Friday, January 10, 2014

2014


ASSALAMUALAIKUM 2014

banyak kisah, tawa, canda, tangis, kawan baru dan petualangan seru yang menghiasi 2013. 
I wish 2014 ready for surprise me with all good things.
happiness. good career. good income. good chances and experience journeys. 
serta menulis lebih banyak. 

saya sangat rindu menulis. akan ada banyak cerita dalam kehidupan setiap orang tapi tanpa menulis semua hanya akan tinggal dalam kenangan dan membisu dalam ingatan. 

BISMILLAH…. MARI MENULIS! 

Friday, January 25, 2013

Blue Mosque (Sultan Ahmet Camii)

Well, akhirnya kami sampai di Sultan Ahmet. 
Sultan Ahmet? Sultan Ahmet ini adalah centre point of Istanbul, ada 3 bangunan bersejarah yang berada di kawasan ini, Blue Mosque, Hagia Sophia dan Topkapi Palace. ketiganya itu bangunan yang kaya nilai sejarah islam, ketiga bangunan ini diceritakan di dalam novel #99cahayadilangitEropa

tujuan kami hari ini berkunjung ke Hagia Sophia, tapi karena sudah waktu ashar, kami memutuskan untuk sholat di  Blue Mosque, skalian berkunjung juga. Blue Mosque atau Sultan Ahmet Camii atau Mesjid Biru ini dibangun oleh Sultan, sebagai tandingan dari Hagia Sophia yang merupakan bangunan termegah pada zamannya. saat memasuki area Blue Mosque, saya banyak berpapasan dengan turis turis mancanegara, Blue Mosque memang salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat berada di Istanbul, salah satu icon Istanbul.

halaman Blue Mosque
sebelum masuk ke mesjid, saya turun ke toilet yang terletak di bawah, tempatnya terpisah dari mesjid, saya berpapasan dengan banyak ibu ibu dan anak muda Turki yang sedang ingin ke toilet atau mengambil air wudhu. pas mau mengambil air wudhu, saya melihat sekeliling, mencari cari kran air, tapi anehnya kran air yang ada cuman di wastafel dan di dalam wc, saat itu saya pikir, wudhunya mungkin harus masuk ke toilet dulu, eh tiba tiba pas lagi cerminan di wastafel, di samping saya ada cewe Turki yang lagi wudhu dan di sana wudhu emang di wastafel aja,  cuci kakinya gimana ? berhubung orang Turki itu tinggi -tinggi dan wastafelnya ga terlalu tinggi tinggi amat, jadi kakinya diangkat naik ke wastafel aja, beress dan saya pun coba mengikutinya, berhasil. hehehe

selesai wudhu, saya naik ke atas dan menuju pintu masuk mesjid, di sini saya menemukan hal baru lagi. untuk menjaga kebersihan dan menghilangkan kata "pencuri sendal mesjid" (istilah Indonesia banget..hehehe) di Turki punya aturan, di depan pintu masuk disediakan kantongan plastik untuk membungkus sepatu/sendal, kemudian sendal/sepatu yang terbungkus plastik di bawa masuk ke dalam dan diselipkan dekat tembok. Aman! tidak hanya orang ingin melaksanakan sholat yang masuk ke Blue Mosque, sangat banyak Turis yang datang dari berbagai negara dan agama yang berbeda masuk mengunjungi mesjid ini. Masya Allah. 

untuk mengejar waktu, saya dan tari menyegerakan sholat. kami masuk ke area sholat khusus wanita, ada beberapa ibu ibu Turki yang sedang sholat dan lagi lagi membuat saya terkejut, bagaimana tidak, mereka sholat mengenakan pakean yang mereka pakai saat itu,di Indo saya biasa melihat orang orang  berabaya dan berjilbab besar yang sholat menggunakan pakaiannya, namun di sini ibu ibu itu tidak memakai abaya, hanya celana panjang yang lebar dan coat serta kerudung segitiga. sebelum terlalu jauh memikirkan itu, saya buru buru mengeluarkan mukena untuk sholat dan menjadi satu satunya orang yang memakai mukena di tempat itu. 
Alhamdulillah.
sesudah sholat dan memasukkan mukena saya keluar dari area tempat sholat khusus wanita sambil ngobrol sama Tari, saya bertanya tentang orang Turki yang sholat dengan tidak menggunakan mukena, Tari menjelaskan bahwa Turki merujuk kepada mazhab Hanafi yang tidak mengharuskan sholat dengan menggunakan mukena. tentunya ini berbeda dengan Indonesia yang menganut Mazhab syafi'i. sambil ngobrol saya mencoba berbaur dengan para Turis yang tak kalah takjubnya dengan bangunan mesjid biru ini, yang sibuk memotret di setiap sudut dan langit langit mesjid yang berhiaskan nuansa biru.

dinding langit-langit yang bernuansa biru
Subhanallah, sejak ratusan tahun yang lalu telah berdiri sebuah mesjid megah yang kemegahannya tak pernah luput dimakan waktu sampai detik ini, di dalam Blue Mosque saya hanya bisa diam, tersenyum dan bertasbih memuji Allah, Blue Mosque sebagai mesjid termegah yang berdiri kokoh di daratan Eropa ini telah berhasil membuat begitu banyak Turis yang datang ke Istanbul menjadi penasaran untuk mengunjunginya, sehingga hampir tak ada yang melewatkannya.menurut saya ini juga merupakan salah satu cara memperkenalkan Islam kepada bangsa barat, melalui sebuah keindahan yang membuat mereka sadar bahwa islam bukan hanya tentang kekerasan atau terorisme.

sambil berfoto dan mengagumi, Tari juga menceritakan bahwa semua ukiran dan jumlah tiang yang terdapat di dalam mesjid ini memiliki makna tersendiri. rasanya ingin sekali berlama lama di dalam rumah Allah ini, kemegahan di setiap sudutnya tak cukup dinikmati dengan sekilas. saya mencoba berjalan  menerobos keramaian sambil sedikit menguping bila mendengar suara Tour guide yang bercerita tentang pembangunan Blue Mosque, Tour guide bule itu menggunakan bahasa inggris jadi saya hanya bisa menangkap sedikit darinya. tiba tiba saya berada dalam rombongan yang wajahnya tidak asing, wajah indonesia, lagi lagi perasaan senang bertemu orang Indonesia menghampiri, mereka di pandu oleh seorang Tour Guide yang bisa berbahasa Indonesia, jadilah saya duduk di dekat mereka mendengarkan tentang sejarah Blue Mosque secara gratis! hehehe, (salah satu trik ini*)
dari bapak guide yang berbahasa Indonesia saya jadi mengetahui kalau saja Blue Mosque dibangun bersemenkan telur burung Unta, itulah yang menyebabkan langit-langitnya tetap bersih tanpa gangguan sarang laba-laba. sayangnya saya tidak bisa berlama lama mendengarkan penjelasan Tour guide, waktu sudah menunjukkan pukul 4 lewat, hari sudah mulai gelap, kami akan segera pulang, karena sebentar lagi waktu berbuka puasa bagi Tari. malam hari yang panjang di musim gugur saat itu membuat kami tak sempat lagi berkunjung ke Hagia Sophia, padahal tempatnya berhadapan loh dengan Blue Mosque.
sebelum pulang foto depan hagia sophia

Thursday, January 24, 2013

Jalan - Jalan di Istanbul (Part 1)

Gimana rasanya  ngantuk hebat saat pukul 6 sore karena jiwa masih mengikuti waktu Indonesia.
begitupula dengan waktu bangun tidur. jadi sekitar pukul 4 dini hari (waktu Istanbul) rasanya udah pengen bangeeet bangun tidur tapi diluar jendela masih gelap, flat gelap karena lampu pada dimatikan dan pastinya orang orang masih pada terlelap. padahal saya sendiri rasanya sudah capek tiduur.. (hmmm.... first time nih, biasanya selalu masih mau tidur lagi). kalo mau bangun sholat subuh juga masih lama, soalnya subuh sekitar pukul 6...akhirnya saya coba coba menghitung waktu ke 6 jam lebih cepat, jreeng! bener aja yah di Indo sudah pukul 10 pagi pantasaan udah capek tidur.... hmmm.. setelah bolak balik kiri kanan akhirnya mencoba terlelap lagi....

pukul 6 lewat terbangun, sholat subuh dan pagi itu Istanbul menyapa dengan hujan yang menambah dinginnya pagi hari. hari ini kebetulan Tari ada kelas jam 9 pagi, jadi kami sepakat untuk berjalan jalan setelah tari selesai kuliah, sekitar pukul 11 pagi. sebelum tari berangkat, saya agak sedikit merepotkan karena meminta sarapan, alhamdulillah, daging jamur masakan Tari semalam untuk OT masih ada, jadi kami sarapan daging jamur dan nasi pilav (nasi khas turki yang dicampur minyak zaitun). selesai sarapan Tari memberitahu kalo saja kue kue yang ada di kulkas bisa dinikmatin kebetulan saja, ekler kemarin masih ada jadi ngemil lagi deh ekler dan juice peach.

atas : daging jamur
bawah:  peach juice dan ekler

karena masih pukul 8 pagi, jadi kita foto foto di teras flat. udara di luar tanpa baju hangat dingiiin banget tapi yaa, gpp lah, sekali sekali.. hehhee
muka bantal 

capek foto foto dan kedinginan, masuk ke dalam lagi beresin tempat tidur dan diubah menjadi sofa lagi. setelahnya saya mandi dan bersiap siap. tepat pukul setengah 12 kalo ga salah, Tari sudah sampai kita juga udah siap tapi di luar hujan. jadi kami sepakat keluarnya jam 1 siang, semoga hujannya reda. Alhamdulillah , di Istanbul suara adzan akan selalu berkumandang di waktu-waktu sholat , so feel likes Indonesia :)

setelah pukul 1 siang, hujan mulai reda, kami pun keluar dari apartemen/flat. ini kali pertama saya menyapa Istanbul dengan jelas (kemarin kan baru datang, jadi masih bingung liat kiri dan kanan.hehe) diluar orang orang pada sibuk berlalu lalang dengan cepatnya, sekitar flat banyak pertokoan, ada mini market, penjual ikan, penjual lokum, pulsa dan banyak lagi penjual tas juga ada loh :)) siang itu hanya gerimis namun anginnya sangat kencang, sampai sampai payung tari keangkat naik, Astagfirullah. 

tujuan pertama kali ini adalah ke carsi (pasar) untuk menukar uang dan beli kartu Turkcell. pasar di sini maksudnya bukan pasar tradisional yaa, tapi semacam pertokoan di sisi kanan dan kiri jalan dan berderet panjang, di sana udah ada penjual baju dan segala macamnya. ke Umraniye carsi sebenarnya dekat untuk jalan kaki, namun untuk cepatnya tetap naik bus. pas naik ke bus mau scan istanbul kart, eh ternyata isinya ga mencukupi! untungnya tetap bisa naik dulu dan nanti setelah sampai di durak tujuan baru isi akbil sambil ditungguin busnya dan scan ulang. sampai di carsi (pasar) kita langsung jalan ke money changer, di sini Tari yang ngomong sama petugasnya karena OT sama skali ga tau bahasa inggris...dari situ kami lanjut ke Turkcell (salah satu counter handphone) untuk beli kartu biar tetap bisa berkomunikasi dengan kerabat di Indonesia. di Istanbul sangat jarang skali didapatkan jaringan wifi, tapi sinyal provider lancaar banget, jarang pending.

next, kita lanjut naik bus no. 13 yang rutenya Kadikoy. Kadikoy sebagai tempat perhentian terakhir, sebelum  lanjut naik ferry nyebrang ke Istanbul Eropa, sebenarnya bisa naik bus juga seperti perjalanan kemarin, namun naik ferry lebih enak, bisa duduk santai sambil  makan dan melihat pemandangan blue mosque dari laut marmara. Subhanallah. kapalnya juga bersih dan dilengkapi heater, jadi ga kedinginan. naik ferry nyebrang benua ini udah seperti suatu kebiasaan sehari hari bagi warga Istanbul, naik ferry dari Asia ke Eropa yaaa bisa dibilang kayak naik angkot dari rumah ke kampus, waktu tempuhnya juga hanya sekitar 40 menit, cepat kan?!

lunch et doner di ferry
setelah 40 menit kemudian kami sampai di Eminonu, dari Eminonu kita melihat mesjid yeni camii (mesjid baru) walaupun namanya mesjid baru namun mesjid ini dibangunnya udah lama bangeet. dari Eminonu, kami berjalan menuju durak, menunggu Tram untuk ke Sultan ahmet...

Saturday, January 19, 2013

Arrived at Istanbul

Lanjutan dari postingan sebelumnya....

Tepat pukul 11.05 waktu Istanbul, pesawat QR 482 mendarat dengan selamat di Attaturk International Airport. keluar dari badan pesawat saya dan kak asa segera menuju ke tempat pembelian visa sebelum menuju ke Imigrasi. tidak sulit bagi warga Indonesia untuk mendapatkan visa masuk ke negara Turki, cukup membeli Visa On Arrival seharga USD 25, dapat deh izin masuk ke Turki selama 30 hari. 

setelah mengantri panjang diimigrasi, kami lanjut menuju ke pengambilan bagasi. tempat pengambilan bagasi ini berbeda dengan kebanyakan yang ada di bandara Indonesia. kalau di Indonesia bentuknya kebanyakan U, di attaturk bentuknya seperti angka 0 dan koper-koper akan lompat keluar dari bagian tengah, unik, bukan,,, hehehehe

setelah mendapatkan koper, saya dan kak asa langsung keluar bandara sambil melihat kiri kanan, berharap menemukan oranng berwajah Indonesia, sebelumnya saya sudah janjian dengan Sulih, seorang mahasiswi Indonesia yang berkuliah di Istanbul, untuk menjemput kami di bandara. melihat sekeliling dan tidak menemukan seorang pun berwajah indonesia, akhirnya saya mencoba menghubungi melalui hp, untung saja telkomsel sudah kerjasama dengan Turkcell jadi ada sinyal di hp. setelah telponan, akhirnya ketemu juga dengan Sulih, kenalan dan pelukan. rasanya senang sekali bertemu saudara sebangsa se-tanah air di negeri orang. 

keluar dari bandara, kita langsung naik metro (kereta listrik bawah tanah) menuju ke durak zincirlikuyu. situasi dan kondisi perjalanan dari bandara ke rumah/ apartemen sangat beda dengan kebiasaan yang ada di Indonesia, biasanya kan kalo di Indo, keluar bandara langsung naik taxi atau di jemput mobil menuju ke rumah, mau dapat macet berjam - jam juga sebenarnya tidak masalah, toh kita cuman duduk tenang tidak perlu berat berat jaga barang bawaan. tapi di sini beda banget, harus angkat barang sendiri, naik metro ganti naik tramvay, terus naik bus lagi, untung saja di bantu Sulih. waktu itu pas di atas tram terus berdiri di antara orang orang Turki sambil menahan beratnya koper supaya tetap berdiri, saya rasanya mau nangis dan kangeeeen sama Indonesia. kenapa juga tidak naik taxi ? transportasi umum di Istanbul jauh lebih aman dan cepat dari pada naik taxi, selain itu naik taxi dari bandara ke tujuan saya Umraniye, bisa sekitar 2 juta rupiah!
kan itu buat akomodasi selama di sana.. hehehe....

jadi hari itu setelah mendaratkan kaki di benua Eropa, saya kembali lagi ke Asia, karena apartemen teman saya berada di daerah umraniye (Istanbul - Asia), perjalanan ditempuh dengan menggunakan metro - tramvay - transit tramvay - bus. cukup melelahkan namun semua menyenangkan. perhentian terakhir saya di durak umraniye. sampai di durak umraniye kami langsung di sambut sarah, kebetulan saat itu sulih tidak terlalu hapal apartemen baru tari, jadi sarah sebagai penunjuk jalan. Tari sendiri, tidak ikut menjemput langsung karena hari itu dia ada ujian.

sampainya di sebuah flat yang kalo tidak salah bertingkat 4, sulih menekan bel flat tari di depan pintu masuk bawah sambil menyebut namanya, kemudian dari flatnya, tari pun menjawab dan menekan bel pembuka pintu masuk utama. awalnya saya berpikir akan mengangkat koper lagi naik ke lantai 2 karena apartemen di Turki berdasarkan info dari sebuah novel, tidak memiliki lift! tapi alhamdulillah, karena flat tari, salah satu flat yang baru, maka sudah dilengkapi dengan lift. keluar dari lift di lantai 2, tari dan zaynap abla (abla :panggilan kk dalam bahasa Turki) sudah menunggu kami di depan pintu, mereka menyambut dengan sangat ramah, kami saling berkenalan dan bercupika cupiki cupika (kok double?) yaa, itulah kebiasaan orang turki, saat cupika cupikinya di tambah cupika lagi, alias 3 kali. (sila dipraktekkan). hehehehe

masuk di flat, tari lalu mengantar ke sebuah ruang tamu yang berisi 5 sofa yang nantinya juga merupakan kamar saya, kak asa dan tari. kami duduk bersama di sofa bersama tari, sarah, sulih dan zaynap abla. zaynap abla ini ramah loh, sygnya ga bisa bahasa inggris, jadilah tari, sarah atau sulih jadi translater turkish - bahasa -turkish. hehehehe. duduk sebentar tari mengajak saya melihat seisi flat. yaah flat ini terdiri dari 3 kamar tidur, 1 dapur, 1 kamar mandi dan 1 toilet. minamalis but more than enough. pertama kali masuk ke flat ini saya langsung feel comfort, just like homey again!. di Flat ini di huni oleh 5 orang, 4 orang Turki asli dan 1 orang Indonesia (tari), jadi nantinya saya akan berinteraksi dengan OT (orang Turki) itu. kami disambut dengan sajian selamat datang .....


the sweetest Baklava, ekler dan Turk cay
Turk Cayi (teh khas turki)
baklava, ekler dan cayi. ummm all the yummy!! saya paling suka sama ekler, enaak kayak kue sus. nah kalo turk cayi atau teh turki yang diminum dengan gelas teh khas turki ini aslinya rasanya pahit bangeeet, makin pahiit OT  makin suka. tapi kalo untuk cayi yang dibuat di rumah rasanya tidak sepahit yang di cafe karena bisa di tambah gula 10 sendok teh.. hehehe

setelah menikmati ekler dan baklava, saya mandi dulu,bersih bersih setelah 18 jam perjalanan dari malam ke siang dan menyebrangi benua asia -eropa- asia. selesai mandi, ikut ngobrol ngobrol di dapur bareng sarah, tari dan sulih yang lagi masak makanan indonesia dengan bumbu turki, adik adik ini pada pintar masak, envy deh.. mereka masak ayam bumbu waktu itu dengan nasi indonesia, mengapa disebut nasi indonesia ? karena nasi khas orang turki itu sendiri dicampur minyak zaitun (kalo ga salah, hehehe).

selang beberapa jam kemudian tiba tiba datang mahasiswa Indonesia lainnya, Fuzna dan Siti (imut), mereka datang ke flat tari menyambung kedatangan kami di Istanbul, Masha Allah. pas mereka datang, kamipun makan bersama di ruang tamu, indahnya kebersamaan ^_^ sambil cerita banyak tentang kedatangan saya ke Istanbul, tentang asal mereka, ternyata mereka ada dari semarang, jawa timur dan beberapa dari Aceh. tak lama setelah makan bersama, sarah, sulih, siti dan fuzna pamit pulang ke flat mereka. walaupun waktu istanbul masih pukul 6 sore tapi mata saya sudah mengantuk hebat!! benar saja indonesia sudah jam 12 malam... hooaam. setelah sholat isya pukul 7 malam, saya pun terlelap ....


sofa  multifungsi. malam dijadikan tempat tidur dan dibawah ada semacam laci tempat menyimpan barang
so happy to find home here... ^_^

Wednesday, January 16, 2013

Insomnia atau Begadang

sudah lebih dari 2 bulan tidurnya lewat dari jam 12 malam. 
parahnya untuk 2 hari ini, saya tidur setelah waktu subuh.
pamit tidur ya.

Monday, December 31, 2012

Keep Dreams and Shine, 2013!

Assalamualaikum....
dear bloggers

In this part, i wouldnt continue my post #99cahayagoestoIstanbul
welcoming New Year 2013, i wanna share new spirit, dreams and hopes :)

what's my new year wishes ?
okay, i already wrote all my new plans, new dreams and new hopes in 2013
when i make a visualization, i think it's gonna be a Travelling Year! Insha Allah.
absolutely this year, i must work harder than last year but i believe it will be more fun.
I should more fight to get my dreams and being who i am later !
I should being an independent, creative and innovative girl !
more nimble to look and catch a full scholarship for my postgraduate in abroad.
workharder to be a truly Enterpreneur.
more usefull to people arrounds.
and wish can visit several good places in Indonesia!
so interest to see wonderfull Indonesia...

That's all points of view about my dreams this year!
There's a happiness when we can do the things we love to and make our family proud!
I hope so... and
wish more blesses from parents and Allah SWT. Amiin ya rabbalalamin...


my 2013's note book & dream book
However the beauty of my dreams.
a thing i believe that, Allah SWT has most beautifull plan of my life. 
Life must always positive and optimistic! so...
Keep dreams, fight, faith and Shine!
Happy New Year 2013
Barakallahu lakum wa lanaa...

Saturday, December 29, 2012

99 Cahaya Goes to Istanbul (part 2)

Lanjutan post sebelumnya...

selang 15 menit menunggu di waiting room, tiba saatnya panggilan naik pesawat, cara naik pesawat pun di buat beraturan, di mulai dari panggilan untuk penumpang bussiness class, no seat 20 - 40 kemudian 1 - 19. kebetulan saya mendapat no. seat 18B, jadi masuknya agak belakangan but no matter! pramugara menyambut dengan sangat ramah, seatnya pun sangat cozy dilengkapi dengan bantal, selimut, kaos kaki, earmuffs, penutup mata, refreshing towel bahkan sikat gigi, serta media entertainer berupa TV, Alhamdulillahirabbilalamin. 
bantal, selimut, dkk (maaf gambar agak buram)
pesawat Qatar Airways tidak parkir lama di bandara, setelah memastikan semua penumpang telah berada di atas pesawat, pesawat pun langsung take off. Goodbye Indonesia!

perjalanan dengan Qatar Airways, Alhamdulillah sangat nyaman dan sangat menyenangkan, tidak salah maskapai ini mendapat award sebagai "The best SKYTRAX  2011 dan 2012". Terbang dengan Qatar Airways sangat berbeda dengan maskapai penerbangan Indonesia, alhamdulillah sama sekali tidak merasa kebisingan ataupun guncangan yang berarti, mungkin di dukung dengan kondisi cuaca, tapi so far memang nyamannya beda bangetlah. oh iya, dalam penerbangan ini saya bertemu dengan salah satu pramugari yang mirip banget dengan artis telenovela, Paulina  Martinez, hehehe...pelayanan yang diberikan pramugarinya pun sangat ramah dan menyenangkan hati, she is really care with us dan walaupun Qatar Airways merupakan pesawat yang berasal dari Doha, Qatar yang notabene salah satu negera Arab, namun pramugarinya berasal dari berbagai belahan dunia, dari timur tengah, Asia, Amerika, dan Afrika, Subhanallah, multietnis sekali :)

untuk penerbangan dari Jakarta - Doha di tempuh dengan 8 jam perjalanan. disuguhi makan malam khas Indonesia (karena penerbangannya dari Indonesia)...
the dinner
setelah makan malam, kenyang, saatnya tidur. Jam tangan saya pun telah menunjukkan pukul 2 pagi (waktu Jakarta). malam itu sayapun beristirahat diringi lagu lagu Adele. Sebelumnya, pramugari memberikan kami 4 buah stiker yang berisikan berbagai statements, seperti "don't disturb", "bangunkan saat waktu makan" (lupa kalimat english di stikernya) tapi intinya itu :p, nah penumpang di minta untuk menempel satu dari empat stiker itu di atas sandaran kursinya, sebagai informasi ke pramugari. jadi dengan stiker itu insha Allah ga akan ketinggalan jadwal makan selanjutnya (alias sarapan) hehehe....

tepat pukul 04.25 (waktu Doha) kami pun mendarat dengan selamat di Doha International Airport (DIA), Qatar. Sebelum mendarat, saya melihat pemandangan bangunan yang rapi berkotak kotak dan berhiaskan lampu lampu yang membuatnya makin indah, Subhanallah. Turun dari pesawat kami (penumpang) dijemput dengan bus yang akan membawa kami ke terminal tempat perhentian kami, karena saya termasuk penumpang transit, maka saya mengikuti jalur kuning. sampai di terminal, saya menuju ke toilet untuk buang air kecil dan cuci muka, selanjutnya saya pun antri untuk x-ray check in dan naik ke gate 34, alhamdulillah di sini tak perlu membuka booth lagi :p . menurut papan informasi, Gate 34 berada di lantai 2, kami pun naik ke atas, berjalan cukup jauh hingga akhirnya sampailah di Gate paling ujung, Gate 34.
saat itu saya transit kurang lebih 2,5 jam di DIA, waiting room masih sepi dan saya melihat ada internet corner, jadi sempatin online dan memberi kabar kepada teman yang akan menjemput di Istanbul nanti, kebetulan sekali ini Qatar dan saya membawa buku "Notes From Qatar" jadi sempatin foto foto deh :)
sejam pertama berada di waiting room masih sepi, baru sejam kemudian, penumpang lain mulai berdatangan,  menunggu di DIA cukup menyenangkan, apalagi untuk saya yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Doha pastilah tidak boring, mau lihat lihat sekeliling dulu. hehehe. tepat pukul 07.00 check in counter di Gate 34 pun di buka, setelah check ini, saya pun turun ke bawah menunggu bus untuk mengantar ke pesawat QR 482 yang akan menerbangkan kami ke Istanbul. Sebenarnya cuaca di Doha tidak dingin, agak sedikit panas, namun suhu di dalam busnya yang dingiin sekali yang mengharuskan saya memakai coat.
makanan ter-favorite selama terbang dengan QA
penerbangan dari Doha menuju Istanbul, di tempuh dengan waktu kurang lebih 4 jam, menggunakan pesawat Qatar Airways QR482, format seat untuk pesawat ini 3-3, tapi alhamdulillah, saat itu dibarisan saya, hanya ada saya, kak asa dan kosong, jadi tetap merasa dunia milik berdua, hehehe. karena saat itu pagi hari, jadi ga ngantuk lagi, saya memilih untuk menonton movies, yaa dan pilihan jatuh pada film Batman yang terbaru (lupa judulnya) hahaha... tapi tidak sampai habis nontonnya, soalnya ga terlalu ngerti (emang gitu sih kalo nonton film barat sendiri) dan selain itu, filmnya 100% bahasa inggris dengan tambahan subtitle bahasa arab  di bawahnya (bayangkan kebingungan bagi orang yang kemampuan bahasa inggris dan bahas arabnya setengah-setengah seperti saya) hahaha. akhirnya saya pun foto foto, klik kiri klik kanan bersama kak asa, dan menikmati pemandangan dari jendela, Subhanallah, sebentar lagi sampai Istanbul (batin saya berbisik).

di atas awan
beberapa saat kemudian, pramugari mengumumkan bahwa pesawat akan segera mendarat di Istanbul, Turkey, para penumpang memasang seat belt, bersiap untuk landing. sama seperti pendaratan sebelumnya di Doha, pendaratan Qatar Airways sangatlah mulus, cantik dan tanpa guncangan. Alhamdulillahirabbilalamin kami pun tiba dengan selamat di Hava Limani Attaturk International Airport, Istanbul, Europe. 
Merhaba Turkiye! 
selamat datang di Turki !

Friday, December 28, 2012

99 cahaya goes to Istanbul (part 1)

Assalamualaikum dear bloggers....

selang 3 bulan lebih sejak pengumuman pemenang Lomba foto kreatif bersama novel "99 cahaya di Langit Eropa" yang di tulis oleh Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra.
sebagai pemenang utama, saya mendapatkan hadiah utama tiket PP Jakarta - Istanbul - Jakarta.
Alhamdulillahirabbilalamin, Maha besar Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang nan senantiasa memeluk impian hambaNya :)

20 November 2012
hari ini saya telah berada di Jakarta, saya datang sehari sebelumnya untuk memastikan semua keperluan keberangkatan malam nanti sudah beres dan lengkap. sempat ada sedikit trouble karena koper saya tiba tiba rusak, jadilah pagi hari ini saya keluar sebentar ke penjual koper terdekat dari rumah tante, setelah menempuh perjalanan cukup singkat, akhirnya saya mendapatkan koper idaman, koper berwarna ungu, finally! soalnya udah bosan pake koper warna hitam mulu, koper baru ini juga agak besar, jadi barang yang sempat jadi tentengan dari Makassar, semua bisa dimasukkan ke dalam koper. Alhamdulillah, segala musibah pasti ada hikmahnya :)

saat pulang ke rumah, packing ulang (*beraaat) dan mengecek Handphone, eh ada sms masuk dari mbak Hanum, mbak Hanum meminta maaf karena tidak sempat untuk mengantar keberangkatan saya malam nanti dan meminta saya untuk foto bersama buku 99CDLE di tempat yang diceritakan di buku tersebut, selain berfoto dengan buku, mbak hanum juga berpesan untuk mengambil foto sebanyak-banyaknya saat berada di Istanbul nantinya :)

setelah memastikan semua persiapan lengkap, satu koper, satu ransel dan satu tas kamera serta gadget yang tercharge dengan full, pukul 5 sore saya pun bersiap siap, mandi, sholat ashar, nonton TV sambil menunggu magrib, sholat magrib, pakaian dan siap deh!! di E-ticket yang dikirimkan oleh mbak Hanum, jadwal keberangkatan pesawat saya pukul 00.00 wib, namun karena ini Jakarta yang penuh dengan ketidakpastian lalu lintas, jadilah pukul 19.00 wib, setelah berpamitan dengan tante dan om, saya dan kak asa berangkat ke airport dengan Taxi. Malam itu perjalanan dari daerah Tanjung Priuk ke Soekarno Hatta International Airport lancar tanpa macet, tapi jika melihat pemandangan di sebelahnya (arah airport ke Jakarta Utara), astagfirullah padat merayap tidak bergerak. dalam perjalanan saya berdoa agar kelancaran senantiasa menemani keberangkatan kami. tepat pukul 20.00 wib, saya telah tiba di Terminal 2 Soetta, sempat bingung akan turun di pintu masuk  D ataukah E ? akhirnya saya turun di depan pintu masuk terakhir E2! setelah tanya tanya ke orang sekitar, ternyata untuk check-in Qatar Airways kami harusnya turun di pintu masuk D2... akhirnya sambil mendorong trolly kami berjalan ke pintu masuk D2. ini memang merupakan penerbangan perdana saya ke luar negeri melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta, sebelumnya, penerbangan saya ke Kuala Lumpur dan Singapore tetap melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, jadi sayapun agak kebingungan (ntah sudah kebingungan berapa kali ini) :p


foto sebelum check-in bersama koper baru dan lovely neck pillow
mengapa saya memakai booths ? ini dikarenakan saat keberangkatan saya ke Istanbul tepat pada musim gugur (Autumn) suhu di sana diperkirakan sekitar 16 celcius! dan teman saya yang berada di Istanbul mengingatkan untuk membawa pakaian hangat dan sepatu yang tertutup. saat itu pukul 20.40 wita, counter check-in Qatar Airways belum terbuka, karena sudah jadwalnya bagi pemberangkatan ke Luar negeri, waktu check in terbuka 3 jam sebelum keberangkatan,  namun beberapa orang telah antri di barisan, saya dan kak asa pun ikut mengantri bersama para bule dan warga indonesia lainnya. format kursi untuk Qatar Airways QR 671 adalah 2-4-2. saya dan kak asa pun mengincar agar kami bisa duduk di seat yang berada di dekat jendela yang pas untuk berdua dan tepat pukul 21.00 wita counter check in pun di buka dan Alhamdulillah,  we got the seat :)
setelah check-in saya keluar sebentar untuk menukar uang di Mandiri Money Changer, kebetulan di Indonesia tidak menjual mata uang Turksih Lira (Tele) oleh karenanya, bagi orang Indonesia yang ingin travelling ke Turki, cukup menukar uang rupiah ke dalam bentuk Dollar Amerika. nanti saat berada di Istanbul barulah kemudian menukar Dollar ke dalam mata uang Turkish Lira.

keberangkat masih ada sekitar 2,5 jam lagi, kebetulan kita kelaparan, yaudah, jadinya masuk ke area waiting room, sebelumnya kami melewati imigrasi untuk cek paspor, dapat stempel baru lagi di paspor (norak!) hehehehe. (niat hati ingin memenuhkan lembaran paspor sebelum masa berlaku habis.amiin), nah kita cari cari tempat makan yang paling cozy diperjalanan menuju ke gate D6, ternyata sepanjang jalan itu ga ada tempat makan dan rata rata toko di dalam sudah tutup karena hampir jam 10 malam. jadinya putar balik haluan dan dapat deh Lounge yang cozy, hanya dengan membayar 50rb/orang, sudah dapat jaringan wifi, berbagai makanan dan sofa yang empuk. setelah makan, update status, balas mention teman teman dan skype, waktu sudah menunjukkan 23.00 wib, saatnya ke waiting room, ujung pukul ujung. sesaat sebelum memasuki waiting, ketemu lagi dgn X-ray check in dan lucunya di sini kita di suruh buka booths.. hahahaha. lucu deh, jadinya malah telanjang kaki sambil menunggu booths keluar dari x-ray. hahahaha. sampainya di waiting room, pemandangannya udah beda, berasa udah di luar negeri. heh?! xD 
soalnya kita waiting bersama para bule dari berbagai belahan bumi, Masya Allah. rasanya Alhamdulillah senang, riang dan gembira, believe it or not, ntar lagi terbang ke Eropa!

Tuesday, December 18, 2012

Happy blesses 22nd years old

Jakarta, 28 November 2012

Alhamdulillahirabbilalamin... 
segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan umur 21 tahun yang sangat bermakna.
beberapa bulan yang lalu saya menulis di blog ini, menulis kalimat...
" i wanna be a person who deserve what i've dreamed " 
(menjadi seorang yang pantas mendapatkan impian-impiannya)
time passed! dan atas izin Allah SWT, 
di tahun ini beberapa impian saya bisa tercapai satu per satu dengan perjuangan yang berbeda beda. 

dengan tekad "berani memulai" saya dan 3 sahabat saya mencoba terjun ke dunia Enterprenuership dengan me-launch sebuah muslimah clothing line "Vilos online store" belajar menjadi seorang wirausaha dari bawah, dari mencari bahan hingga memasarkan produk sampai produknya berpindah ke konsumen. mengurus secara langsung semuanya dan mendapatkan hasil dari usaha ini, memberikan kebahagiaan tersendiri bagi saya dan sahabat. menjadi seorang enterpreneur pun membuat saya selalu belajar bersyukur dan yakin "rezeki dari Allah SWT tidak akan tertukar".

Graduated from the University!
setelah melewati panjang dan rumitnya perkuliahan serta perjuangan ekstra menyelesaikan tugas akhir, alhamdulillah bulan september 2012 kemarin, sebuah gelar bertambah dibelakang nama saya, di umur  21 tahun fix menjadi Nurul Asri, S.KM, tidak pernah terbayangkan saya sudah melewati tahap ini :) 
jalan untuk meraih gelar sarjana, sangat banyak memberikan pelajaran berharga, di sini saya belajar untuk selalu menyertakan Allah SWT dalam setiap langkah dan urusan, melatih untuk selalu fokus, menerapkan Man Jadda Wa Jada, melakukan sesuatu dengan tidak asal-asalan (kadang suka ngasal sih soalnya, hehehe), belajar menerima kritik untuk menjadi lebih baik dan percaya bahwa tidak akan ada perjuangan yang sia -sia, selalu ada kemudahan di balik kesulitan. 
setelah lulus dari universitas, alhamdulillah saya pun ditawari mengikuti magang, menjadi surveyor oleh dosen saya yang juga merupakan direktur Rs. pendidikan Unhas, menjadi surveyor di salah satu daerah di Kalimantan Timur. Pengalamannya subhanallah, selain menjadi pengalaman kerja, inipun merupakan pengalaman travelling pertama ke Kalimantan :)

Istanbul I'm Coming!
saya memimpikan travelling ke Eropa, sejak duduk di bangku SMP,
sejak duluEropa selalu memberi daya tarik sendiri bagi saya.
namun, tidak pernah sedikitpun saya menyangka bahwa di umur 21 tahun, akan menginjakkan kaki di salah satu kota yang berada di Eropa Timur, Istanbul, Turkey.
Allah Maha Baik dan Bermimpi itu tidak pernah salah, 
Tuhan akan memeluk mimpi mimpi itu.
dengan jalan mengikuti lomba foto bersama novel "99 cahaya di Langit Eropa" dan berhasil menjadi pemenang utama, yang mendapatkan tiket PP Jakarta - Istanbul - Jakarta. 
Alhamdulillahirabbilalamin, tepat 21 Nov 2012 saya menginjakkan kaki di Istanbul, Turkey, Eropa Timur.
sebagai duta dari novel 99 cahaya di Langit Eropa, perjalanan saya ke Istanbul bukan hanya sebuah travelling biasa, tetapi perjalanan menelusuri jejak Islam di Istanbul selama seminggu. mengunjungi beberapa tempat bersejarah, tinggal bersama orang Turki di dalam satu flat dan melihat berbagai kebiasaan sehari hari mereka, memberikan sangaaat banyak pelajaran baru bagi saya,
Subhanallah walhamdulillah...
menginjakkan kaki pertama kali di Eropa, di atas tanah Istanbul adalah awal perkenalan yang sangaat Indah dengan benua Eropa, Masya Allah. Ben İstanbul'da aşık
perjalanan ke Istanbul adalah pengalaman akhir saya di usia 21 Tahun...
tepat tanggal 27 November 2012 saya kembali ke Indonesia dan menyambut umur 22 tahun hari ini.


berawal dari impian, berjuang untuk impian dan hidup dengan impian.
Terima kasih untuk usia 21 tahun yang penuh makna dan berkahMu ya Allah...
semoga usia 22 tahun jauh lebih baik dan berkah dari tahun sebelumnya.  
semoga impian-impian di usia 22 tahun ini dapat tercapai.
semoga setiap langkah dapat mendekatkan ku kepadaMu ya Allah.
Amiin Amiin Amiin yaa Rabb...
Segala puji bagi Allah atas semua ni'mat dan rahmatNya..
dan...
Terima kasih atas ucapan dan doa dari teman-teman semua...
Jazakillah Khoiran ^__^


Sunday, November 18, 2012

Traveling

“Traveling, it makes you lonely, then gives you a friend.” 
“Traveling, it offers you a hundred roads to adventure and gives your heart wings.” 
“Traveling, it leaves you speechless, then turns you into a storyteller.” 
“Traveling, it gives you a home in a thousand strange places, then leaves you a stranger in your own land.” 
“Traveling, all… you have to do is take the first step…” (Ibnu Battuta)

Saturday, November 17, 2012

Goes to Malinau

Dua hari setelah disahkan sebagai sarjana baru, Life just begin!
rasanya masih mau santai-santai, hirup udara segar, nonton FTV (hihiuhik) dan leyeh-leyeh di rumah (hanya ingin)...
Tepat dua hari setelah hari wisuda, bersama ketiga sahabat, saya ditugaskan menjadi surveyor di salah satu kabupaten di Kalimantan Timur. Kabupaten Malinau. Bismillahirahmanirahiim dan Alhamdulillah :')

Malam sebelum keberangkatan ke Malinau, saya sempat mengadakan syukuran wisuda bersama keluarga dan teman-teman, acara berlangsung hingga pukul 10 malam, setelah sampai di rumah baru mulai packing untuk pakaian yang akan di bawa ke Malinau, prediksi awal, kami akan tinggal selama seminggu di Malinau, jadi bawa bajunya yang simpel aja, mengingat perjalanan ke Malinau pun rutenya sangat panjang, Makassar-Balikpapan kemudian Balikpapan-Tarakan dan terakhir Tarakan-Malinau naik speedboat. Jadi diusahakan banget ga bawa banyak tentengan dan sebisanya semua masuk di koper.hehehe...

Pesawat ke Balikpapan berangkat pukul 07.00 wita, dengan perkiraan check-in 2 jam sebelum keberangkatan, kami harus berada di Airport pukul 5 subuh dan berangkat dari rumah pukul 4 subuh. hmm... Then, drama pun mulai subuh itu, saya bangun pukul 03.45, mandi cepat, pakaian cepat kilat dan pukul 04.15 berangkat ke Airport, untung saja masih subuh hari, kendaraan masih sepi, jadi perjalanan dari rumah ke Airport tanpa lewat tol (karna mau jemput mala) bisa di tempuh sekitar 45menit. Selain ke hectic-an saya, taya dan dian pun demikian, mereka bangunnya lebih telat, tapi alhamdulillah tiba di airport hanya selang 5 menit saja karena mereka lewat jalan tol. check-in - masuk waiting room - take off!

45 menit kemudian...
Alhamdulillah safely landed at Sepinggan International Airport, Balikpapan, East Borneo.
untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Balikpapan tapi waktu itu tetap stay di airport saja, karena pukul 10.00 wita akan melanjutkan perjalanan ke Tarakan. ada waktu sekitar 2 jam sih, tapi waktu itu masih sangatlah pagi, jadinya kita pilih duduk duduk ga jelas sambil foto di airport...
bawah : mala - taya - dian
karena pagi itu kami menggunakan pesawat Garuda Indonesia, jadi di turunkan di bagian Airport lama, kurang area yang cozy, well, kita duduk ga jelas deh kayak foto di atas tuh. barulah setelah melirik ke sekeliling melihat Airport baru, yang saat ini masih berlaku untuk penumpang pesawat Lion Air, baru deh dapat tempat cozy. yaudah nongkrongnya ganti ke dunkin donuts.. hehehe..
dian - aas
setelah duduk duduk menikmati pagi di Dunkin donuts, akhirnya sudah tiba saatnya ke waiting room di area Airport lama untuk penerbangan ke Tarakan. menunggu sebentar dan naik pesawat, airportnya biasa aja, belum sebagus di Makassar, masih dalam masa pembangunan, tiba tiba aja kangen Makassar :')

1 jam kemudian...alhamdulillah safely landed at Juwata Airport Tarakan for the first time lagi :')
Juwata Airport sangat sederhana, pergerakan juga sangat cepat di sana, keluar dari tempat pengambilan bagasi langsung dijemput tantenya Mala, naik mobil kemudian melaju ke pelabuhan untuk membeli tiket speedboat. setelah mengantongi tiket speedboat jam 2 siang, kita melaju lagi ke tempat makan siang di RM. Sundari, setelah makan, istirahat sebentar di rumah tantenya Mala , kebetulan ada wifinya, yaudah kita online, sholat, cuci, makan-makan dan minum minuman.. btw, sepanjang jalan adanya kita makan mulu loh.. bayangkan saja masih awal, baru berangkat, belum apa apa..hehhehe

tepat pukul 2 siang, kami semua sudah ada di pelabuhan, tepatnya di ujung dermaga, waktu itu sempat bingung cari speedboatnya, soalnya semua speedboat kayu, dan ternyata memang sudah itulah speedboatnya, shock! kirain kayak yang ada di anyer, ternyata speedboatnya memang khas Kalimantan banget yaa, speedboat kayu sodara sodara! well, adventure must be finish, naik aja!
pas naik di speedboat, eh ternyata udah hampir full, sisa ada satu baris tempat duduk yang kosong,yang cukupnya untuk 2 orang saja, well kita berempat, kebetulan dibagian depan ada barisan tempat duduk yang muat untuk satu orang lagi, akhirnya dian duduk di situ, taya juga awalnya dapat tempat duduk di samping bapak bapak guede, saya dan mala duduk di kursi yang kosong tadi, sampai pada akhirnya taya pun ikut gabung, jadilah kita duduk bertiga di sebaris kursi (untung pada langsing). Estimasi perjalanan sekitar 2 jam tapi ternyata adanya 3 jam!. bangun - tidur - bangun, nah loh kok belum sampai sampai ? bosan tidur, bosan duduk, mana pemandangan sekitar adanya sungai luas dan hutan rimba Kalimantan, itu aja! hmmm.... 
oia, selain naik speedboat, Tarakan - Malinau sebenarnya bisa di tempuh dengan menggunakan pesawat kecil Susi Air, dan hanya sekitar 30-45 menit aja. di perjalanan yang panjang dan tak berujung dengan speedboat, tiba tiba mala menghayal "seandainya naik susi air, sekarang kita sudah makan pisang goreng". Jleb! dengar celoteh mala, tiba tiba perut pun sudah lapar, ya Allah kapan sampainya?....

finally, tepat setengah 5 sore, kami pun sampai di kabupaten Malinau, kabupaten kecil sederhana secara fisik tapi sebenarnya yang tinggal di sana sebagian besar berpenghasilan tinggi. kotanya sangat aman, tentram dan damai, jauuuuuuuh dari hiruk pikuk kota yang ramai akan Mall dan kebisingan lainnya. waktu itu seorang pegawai dari rumah sakit, namely Kak Daya, yang kebetulan adalah asli Bone, menawarkan kita untuk tinggal di rumahnya, yupp, rumah sederhana dengan fasilitas hotel bintang 5! 1 kamar lengkap dengan wifi, saluran TV kabel dan di rumahnya ada mesin cuci, juga kak daya jago masak. yeayh!
Kehidupan pun berjalan sebagaimana mestinya.
Tidur - makan -kerja - makan- tidur.


Monday, November 12, 2012

GRADUATION DAY

a thousand words can't be explains
lots of happy tears
a wide smile 
that i felt in my Graduation day

ku bahagia... ku telah terlahir menjadi bagian dari Universitas Hasanuddin
 Makassar, 11 September 2012

Alhamdulillahirabbilalamin akhirnya saya pun sampai di part ini...
Graduation day! 
hari itu sudah siap siap dari subuh, mandi subuh, make up. alhamdulillah make up-nya di rumah aja, ga perlu antri ke salon karna ada tante saya selaku Mua yang dandanin.hehe. komplit dari wajah dan jilbab!
Taya dan Lea pun ikutan dandan di rumah. 
tepat pukul 07.30 wita saya, ayah, ibu, taya dan lea beserta aso (sopir) berangkat ke Baruga AP. Pettarani Unhas tempat berlangsungnya acara. deg-degannya ini untuk pertama kalinya saya diantar ayah dan ibu ke kampus, tepat di hari wisuda :')

sampai di Baruga AP. Pettarani Unhas, lumayan macet dan sangat ramai dengan para pengantar wisudawan, turun dari mobil, mengantar ayah dan ibu ke tempat duduknya, kemudian saya masuk ke dalam melalui pintu masuk khusus para wisudawan, tiba di dalam, seisi Baruga sudah penuh dengan orang-orang yang berpakaian rapi lengkap dengan toga, what's a wonderfull view at the day.
Prosesi wisuda di buka dengan masuknya para guru besar Universitas Hasanuddin ke dalam aula Baruga diiringi lagu Mars Universitas sedunia yang dibawakan oleh paduan suara mahasiswa (PSM) Unhas, acara berjalan penuh khidmat, saat itu fakultas kesehatan masyarakat mendapat urutan terakhir untuk dipanggil ke depan mendapatkan pengesahan dari rektor, setelah menunggu cukup lama sambil melihat nama-nama wisudawan dari fakultas lain di layar Lcd. Finally my moment :')

jabat tangan dengan rektor
setelah semua wisudawan dari semua fakultas selesai berjabat tangan dengan rektor, selanjutnya kami membaca sumpah alumni bersamaan dipimpin oleh rektor, perasaannya haru biru, udah sah jadi alumni Universitas Hasanuddin! sekalian sah menanggung gelar sarjana baru dengan segala tanggung jawabnya.
setelah itu kami pun keluar dari baruga kembali bertemu dengan keluarga dan berfoto-foto...


Ayah saya juga adalah alumni Universitas Hasanuddin, lulusan fakultas teknik arsitektur dan saat itu adalah untuk kedua kalinya beliau datang ke Unhas untuk menghadiri acara wisuda, di Universitas Hasanuddin, yang pertama adalah prosesi wisudanya sendiri (ayah)  dan kedua prosesi wisuda saya, i just feel to much happy and greatful when my mom and dad saw me being the part of graduates :')




I know after all this time, life is really begin.
 fight, pray and love....
-NAU-

Friday, September 21, 2012

JUDICIUM DAY

Hello world!
this story about my collage :')

Alhamdulillah setelah melewati masa masa sulit diakhir perkuliahan dengan menyelesaikan tugas akhir a.k.a skripsi, akhirnya tanggal 9 september 2012, saya dinyatakan lulus sebagai sarjana kesehatan masyarakat (S.KM) Universitas Hasanuddin dengan masa kuliah 3 tahun 10 bulan. so happy !

Flashback sedikit....
kuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat,  
a thing that i never think before but i'm really greatfull for it now :)
flasback saat masih SMU, cita cita saya ingin menjadi dokter gigi yang pastinya basicnya adalah kuliah di Fakultas kedokteran gigi. Tahun pertama ujian snmptn i failed to get it dan lulus di fakultas kesehatan masyarakat UNHAS, sambil berkuliah, saya masih tetap mengidamkan masuk di fakultas kedokteran gigi, jadi tetap prepare dan mencoba lagi di tahun kedua, hasilnya tetap failed untuk masuk fkg, yaah sudah coba tahun ketiga lagi (pikiran saya waktu itu), yang sekaligus merupakan tahun terakhir saya ikut serta dalam ujian masuk universitas negeri . well, time run, sampai tiba waktu tahun ketiga bagi saya untuk mengikuti tes ujian masuk universitas (lagi). kali ini bukan lagi kisahnya saya failed untuk ketiga kalinya tes masuk fakultas kedokteran gigi tetapi I DONOT do it anymore! alasannya ?

jadi setelah memasuki semester 4, di fakultas kesehatan masyarakat diadakan pemilihan jurusan (peminatan bagian), setiap mahasiswa memilih jurusan yang mereka minati yang disesuaikan dengan IPK. alhamdulillah saat itu saya bisa masuk  jurusan "Manajemen Rumah Sakit", jurusan ini tergolong jurusan baru di fakultas kesehatan masyarakat dan satu satunya di Indonesia timur, khusus untuk program strata satu. Selain karena spesialnya jurusan ini, perjuangan saya untuk masuk jurusan inipun tidak mudah, ada suka duka yang takkan terlupakan dan setelah saya berada dalam jurusan ini, mengikuti perkuliahannya,  i found my passion! di sini saya bertemu dengan dosen dosen hebat, yang tidak hanya memberikan ppt dan tugas untuk di baca dan dikerjakan, tetapi mereka semua adalah dosen-dosen yang mengajar dengan hati, yang dalam setiap perkuliahan memberikan pesan moral untuk kehidupan lebih baik, mata kuliah yang diajarkan pun sangat menarik, tentang rumah sakit, bukan berarti saya adalah orang yang senang dengan rumah sakit, sehingga saya tertarik untuk mempelajari rumah sakit dan segala seluk beluknya, saya adalah orang yang sangat takut dengan rumah sakit, saya benci dengan bau rumah sakit dan segala hal lainnya. namun di sini kami diajarkan tentang menjadikan rumah sakit tempat yang lebih baik bagi pelanggannya. tanpa pernah terpikirkan kalau saja ada ilmu yang mempelajari tentang perumahsakitan. masuk jurusan ini sangat jauh dari cara perkuliahan saya di semester 1-3 kemarin yang terkesan santai, dunia perkuliahan lebih terasa kuliah sejak masuk di sini, semua terasa berat dan menantang, tapi disitulah feelnya. Bahkan sebagai bagian dari mata kuliahnya, saya harus melakukan penelitian di beberapa rumah sakit di Makassar, hal ini sekaligus melawan phobia saya sedikit demi sedikit, saya pernah meneliti dibagian rawat jalan, laboratorium bahkan di kamar operasi dan puncaknya, untuk penelitian skripsi, saya ditempatkan di rumah sakit yang paling saya hindari selama ini, yaitu salah satu rumah sakit keagamaan yang ada di Makassar, namun memang benar we never know before we try, ternyata saya bisa melewati hari hari penelitian dengan baik baik saja  di sana dan berhasil menyelesaikan skripsi ini. Semua itu rasanya luar biasa :)

my thesis and cd files
Banyak hal lain yang saya temukan, membuat saya excited menjalani perkuliahan di Manajemen Rumah Sakit, Fakultas Kesehatan Masyarakat, salah satunya adalah sahabat :)


untuk IMPIAN? saya tidak lagi bersedih karena impian yang kemarin tidak tercapai tapi saya bersyukur karena Allah merencanakan sesuatu yang lebih baik untuk saya, sesuatu yang menghantarkan saya untuk bermimpi lebih besar lagi dan learn more fight for what i dream!
Happy Judicium Day


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

wibiya widget